Monday, May 26, 2014

Bertemu Banyak “Malaikat” di Sempu

Jangan bayangkan malaikat yang saya temui ini berbaju serba putih, wajah berseri dan bersih. Jangan pula membayangkan mereka terbang dan membawa tongkat berujung bintang. Malaikat yang saya temui di Pulau Sempu, sebuah area konservasi Jawa Timur ini adalah manusia biasa seperti kita tetapi memiliki hati dan perasaan yang peka.

Hai saudara baru...
Saya bukan seorang pendaki, atau lebih tepatnya belum menjadi seorang pendakai. Perjalanan ke Pulau Sempu yang saya kisahkan disini adalah pengalaman saya menelusuri hutan untuk pertama kali. Sebagai orang awam, saya mengamati apapun yang saya temui. It was so overwhelming.



Si Bapak Perahu
Hal yang paling membuat hati saya bergetar adalah rasa saling senasib sepenanggungan yang tidak segan ditunjukkan oleh sesama pendaki. Kami tidak saling kenal, tidak berbicara secara intens, tetapi ketika berpapasan, semua orang akan tersenyum ramah dan menyapa. Sesuatu yang mahal dan langka dan tidak akan kita temukan di kota yang penuh dengan hiruk pikuk kompleksitas urusan dunia.

Ketika salah satu rekan dalam rombongan kami cidera, banyak yang tidak segan memberikan bantuan. Dari hal yang paling sederhana seperti semangat, hingga dalam bentuk nyata seperti obat-obatan dan kebutuhan camping lain yang kebetulan tidak kami bawa. Kami serasa memiliki saudara.

brotherhood
Selain rekan sesama pendaki, rombongan saya waktu itu didampingi seorang ranger yang masih muda secara usia tapi sangat cakap secara skill. Saya rasa, alam telah mendidiknya menjadi sosok yang ber-insting tajam, bertanggungjawab dan cepat mengambil keputusan yang tepat, hal yang kadang diabaikan oleh wisatawan. Dia melakukan semua hal yang dia bisa untuk membantu kami. Menjadi guide, menjadi porter, menjadi petugas P3K dan menjaga tenda kami di malam hari. What a multi talented boy! Dengan sabar dia mendampingi Dandy yang mengalami cidera cukup parah dan sesak nafas. Thank God everything’s fine. Thank God we got him. Bayu is his name. Our guardian angel.

The angel hearted Bayu

Kalau ada yang berfikiran dia melakukan hal itu untuk dibayar lebih, sama sekali tidak. Dia bahkan melakukan hal yang lebih dari honor yang dia dapatkan, demi kelancaran perjalanan saya dan rombongan. Buddy, masih banyak orang yang bekerja dengan hati di dunia ini.

Sesama camping-ers :D
Bertemu sesama pendaki dan ranger kami yang baik hati, saya merasa bertemu malaikat. Banyak malaikat. Saya tentu tidak bilang wisatawan yang bukan pendaki hatinya kurang peka, that’s not my point. Saya Cuma merasa pengalaman seperti ini sangat istimewa mengingat saya belum pernah mengalami hal serupa di tempat lain yang saya kunjungi. Saya percaya, malaikat ada dimana-mana,  termasuk di sekitar kita.

Uni nggak papa Devy, uni hanya lelah -_-



Lilis, believe in angels

2 comments:

  1. Believe it or not, there always be a travel angel, an angel for the traveler ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget mbaaa. Mba Isti adalah salah satu travel angel juga buat aku, yang sering bagi2 tissue dan permen karet. Can't wait to travel with you again, mba. See you really soon at Surabaya ya.

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me