Thursday, June 19, 2014

Hatiku Tertinggal di Kaki Semeru

Saya naik gunung bukan karena ingin mematahkan konstruksi masyarakat tentang “perempuan kok naik gunung” dan sebagainya, saya naik gunung karena saya mencari rasa yang berbeda. Di postingan saya sebelumnya saya pernah mengatakan laut dan gunung sama-sama memberi saya goose bumps yang unik. Maka setelah mengunjungi laut Maluku yang bening bagai kristal april lalu, juni ini saya memutuskan untuk menyapa semeru.





Gunung berapi aktif ini makin terkenal setelah salah satu sineas perfilman mengambil lokasi syuting di semeru. Semenjak itu, jumlah pendaki meningkat tajam. Seperti hal nya tempat wisata lain, selalu ada sisi baik dan buruk dari makin terkenalnya semeru, tetapi itu tentu bukan kapasitas saya untuk membahas. Yang terpenting untuk saya adalah, saya ingin ke Semeru untuk mendapatkan orgasme batin, bukan yang lain.

Ambil dari Google :D
Mendaki gunung tertingi di Jawa ini tentu bukan perkara mudah, maka saya memutuskan untuk mendaki hanya sampai pos ranu kumbolo, danau di tenah gunung yang biasa disinggahi pendaki untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak semeru  yang ada di ketinggian 3676 m DPL karena saya merasa belum mampu untuk mendaki hingga ke puncak. Ketika banyak yang memperolok, mengatakan bahwa perjalanan saya dan teman-teman ini “nanggung”, saya sudah siap-siap menutup telinga. Hahahaha

Selamat Datang, Pendaki!!
Treking ke ranu kumbolo lewat jalur pendakian biasa, menurut info yang saya dapat dari cerita teman-teman yang sudah pernah kesana maupun guide yang mendampingi kami membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam dan kami menyelesaikan trek tepat waktu. Memulai pendakian pukul 11 siang, kami sampai di ranu kumbolo pukul 4, tepat ketika matahai sedang dengan indahnya menyinari danau ranu kumbolo dan padang rumput yang mengelilinya.

Pos Pertama
Sedih deh masih banyak tangan jahil yg corat-coret :(
Damn gorgeous!
Ranu kumbolo, meskipun kondisinya kini lumayan membuat dada sesak karena banyaknya sampah, tidak pernah hilang pesonanya. Kami dibantu oleh porter penduduk lokal dan guide mendirikan tenda bersama dengan pendaki lain. Guide yang mendampingi kami dalam pendakian ini melakukan tugasnya dengan sangat baik, pelayanan yang kami dapatkan pun diatas ekspektasi.




Anda Berada di Lokasi!!!
Pay attention, please!
Teman-teman yang sudah sering mendengar tentang ranu kumbolo tentu tahu bahwa yang paling terkenal dari tempat ini adalah pemandangan matahari terbitnya yang luar biasa menawan. Benar, ketika kami bangun esok paginya, sang surya sedang mengintip malu-malu dari balik bukit. Inilah yang melengkapi orgasme batin saya, setelah sebelumnya saya merinding melihat mahameru begitu dekat meski saya belum mampu mencapainya, melihat danau ranu kumbolo yang tenang setelah saya melewati hutan selama berjam-jam. Orang boleh saja memiliki macam-macam tujuan ketika mereka memutuskan untuk mendaki gunung, untuk menginjakkan kaki di mahameru. Apapun itu, pengalaman kali ini berhasil membuat mulut saya membisu, hati saya menggebu dan rasa syukur saya menjadi berlipat beribu-ribu.





Pulang melewati jalur yang berbeda dengan yang kami lewati ketika berangkat, semeru memberi kami tantangan baru.  Jalur ayak-ayak yang disebut-sebut lebih pendek dan akan lebih cepat membawa kami ke perkampungan ini tingkat kemiringannya lumayan membuat kami harus berjalan merangkak. Salah satu dari kami bahkan harus ditolong dengan tabung oksigen. Meskipun begitu, hampir semua dari kami memiliki tekat yang sama bahwa suatu saat kami harus kembali, tidak hanya sampai ranu kumbolo tetapi hingga pos kalimati seperti yang disarankan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, atau bahkan sampai mahameru, tanah tertinggi di pulau jawa
.


Semeru, membuat saya terkagum-kagum akan kecantikan dan kemegahannya. Membuat saya masih terus terbayang akan pesonanya. Saya rasa hati saya tertinggal disana. Saya semakin yakin, untuk mendapatkan jiwa yang sehat dan stabil, saya tidak perlu hal yang rumit dan membutuhkan banyak duit. Saya hanya perlu melihat semeru, dan gunung-gunung lain lebih sering, tentu.

Tanjakan cinta. awwww

Bersama Pak Susiono, porter kami ;)
Oro-oro ombo, blooming!!!

Lilis, meninggalkan hatinya yang haru biru di Semeru.


Info Tambahan:
  • Ada banyak agen wisata yg menawarkan paket pendakian ke Ranu Kumbolo, kami memakai jasa JT Wisata yang pelayanannya sangat baik, CP 085648594899
  • Paket sudah termasuk penjemputan dari dan ke terminal,stasiun ataupun bandara Malang
  • Makanan kami selama tur adalah nasi dan lauk pauk, bukan mie instan (alhamdulillah hehehe)
  • Jika tidak ingin menggunakan jasa agen tur, trek ke ranu kumbolo sudah dibuat sangat mudah dikenali (tidak perlu takut nyasar) karena banyak juga pendaki lain yang wara-wiri
  • Akan dilakukan pemeriksaan di pos sebelum pendakian, pastikan membawa sleeping bag dan surat keterangan sehat dari dokter.



No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me