Tuesday, July 8, 2014

Menyesalkah Saya Mendaki? Tidak Sama Sekali!

Saya sering mendengar teman-teman pendaki menyebut naik gunung itu efeknya hanya dua, kapok atau nagih. Hihihi niat awal saya memang seperti biasa, travelling bersama teman-teman; tetapi siapa sangka perjalanan kali ini banyak sekali “menyihir” saya. Yup, tiap perjalanan tentu memiliki cerita unik masing-masing, dibalik cerita mengenai how to get there, itinerary, dan lain-lain.


Tentang pendakian Ranu Kumbolo yang saya ceritakan disini, ada hal-hal yang membuat saya merasa sangat beruntung. Saya melakukan perjalanan dengan kawan-kawan yang asik dan periang, yang meskipun ada satu atau dua orang yang lebih kuat dari yang lain, tidak saling meninggalkan. Satu kecapekan, semua berhenti. Tidak ada diantara kami ber 6 yang ambisius, yang ingin jalan terus meskipun ada teman yang nafasnya nyaris putus.

Ndut sesekali harus dibantu oksigen

Istirahat bareng-bareng 

Selain kawan seperjalanan yang asik dan luar biasa sabar, saya juga mendapatkan sesuatu yang lain. Kami rupanya tidak salah ketika memutuskan untuk menggunakan jasa porter penduduk setempat. Seperti juga di tempat wisata yang lain, penduduk lokal selalu menarik perhatian saya. Mereka pasti punya banyak cerita  untuk dibagi dengan kami. I love to listen to local’s story about the place I visit. Benar saja, selain ramah dan cekatan, Pak Susiono porter kami punya banyak sekali cerita. Yang paling membuatnya tersenyum bangga dan bercerita dengan penuh semangat tentu pengalamannya ketika terlibat dalam produksi film nasional 5 cm di gunung semeru yang kabarnya melibatkan kurang lebih 300 orang porter! Wow!

Berfoto bersama Pak Susiono

Penduduk setempat, membawa bahan makanan
untuk dijajakan di Ranu Kumbolo

Disamping kisah hiruk pikuk proses shooting film 5 cm, Pak Susiono juga banyak bercerita tentang pengalamannya menjadi porter selama bertahun-tahun. Kabarnya beliau sudah ke mahameru sejak usianya baru 8 tahun dan terus mengunjungi tanah tertinggi pulau Jawa itu hingga lebih dari 50 kali. Cerita yang saya balas dengan reflek membelalakkan mata dan berteriak “ha????” hahahahahaha. Begini beliau membalas ekspresi saya “disini anak-anak rata-rata sudah ke mahameru. Ikut bapaknya yang juga porter. Seperti saya dulu.” Beliau melanjutkan “dua anak itu, sudah ke mahameru juga” paparnya sambil menunjuk ke arah 2 bocah yang sedari tadi mengamati kami. Duh adek-adek ini hebat sekali.

Hai adek-adek hebat :D
Itu tentang Pak Susiono. Tentang saya sendiri, mmm pendakian ini saya lakukan tepat ketika usia saya bertambah. Oh bukan, saya tidak bermaksud merayakan ulangtahun di gunung dan lain-lain, ini suatu ketidaksengajaan. Saya bersyukur di usia saya yang sudah seperempat abad, saya mendapatkan kesempatan ini. Mendaki. Kawan-kawan tentunya memiliki sesuatu yang mereka persiapkan untuk saya dan ini sungguh mengaharukan.



Terharu :')

Thank you guys :*
Ulangtahun tentu memiliki makna tersendiri bagi tiap orang. Bagi saya, di usia saya yang sudah seperempat abad ini, saya ingin lebih mencintai apa yang saya miliki. Saya ingin terus belajar untuk menciptakan rasa damai dan bahagia saya sendiri, tanpa tergantung pada orang atau hal lain. Sekarang, saya bisa bilang “alhamdulillah saya bahagia.”  Saya bahagia bisa melakukan kegiatan travelling yang memang menjadi hobi saya, bersama kawan-kawan yang luar biasa, mendapat pengalaman yang istimewa, menelusuri keindahan semeru  yang disebut-sebut sebagai tempat tinggal para dewa.


Saya, sepertinya masuk dalam kategori orang yang mengalami efek nagih dari mendaki. Setelah mendapatkan sekian banyak hal selama pendakian itu, rasanya saya tidak memiliki sedikitpun alasan untuk menyesal.



Bagaimana bisa menyesal jika melihat yang seperti ini?



Lilis, tidak pernah menyesali kemanapun kakinya melangkah pergi

6 comments:

  1. Replies
    1. Thanks Nanda. Ayo dong ke Semeru mumpung oro-oro ombo masih bermekaran warna ungu ;)

      Delete
  2. Udah ada tanggungan istri dan si kecil... Gak seperti waktu bujang dulu.. :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesekali pas istri sama anakmu lagi nginep di mertuamu gitu. hehehehe

      Delete
  3. Waaa, itu temen2nya so sweet banget siy... Btw, saya belum pnah naik gunung. Kuat, engga, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha kalo naik gunung, yang tadinya nggak kenal pun jadi so sweet mbaaa. trust me. ihiihihi yok naik yg pendek dulu yok mba besok kalo jadi ke ijen. ehehehe

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me