Monday, August 25, 2014

Travelmates: A Ten Years of Holding Each Other's Back, Ndut-ku

Count on me, lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi seksi Bruno Mars ini tepat sekali menggambarkan hubungan persahabatan, oh bukan, lebih dari itu, persaudaraan antara saya dan seseorang yang berulang tahun tiap tanggal 20 Agustus bernama lengkap Nurul Azizah tetapi kami semua ramai-ramai memanggilnya Ndut. Hey, she’s happy about that.



ciee paling cantik ciee
Berteman sejak sama-sama duduk di bangku SMP, kami mengagumi satu sama lain (tapi ngakunya baru pas udah pada kerja hahahaha) tetapi karena berbeda kelas, kami tidak terlalu akrab. Lalu begitu masuk SMA dan masih di satu sekolah, kami mulai bersahabat ala siswa putih abu-abu. Kami saling berbagi apapun yang kami punya, got each other’s back, termasuk dalam urusan cinta iseng (lebih suka nyebut cinta iseng daripada cinta monyet). 




Karena sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing, kami semakin dekat saja 10 tahun ini. Ya, 10 tahun memang bukan waktu yang singkat. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa persahabatan yang terjalin lebih dari 7 tahun biasanya akan bertahan dalam kurun waktu yang panjang. Aha, kami lulus kalau begitu. Ini sangat mungkin terjadi karena passion travelling yang saya punya, dengan sukses berhasil saya tularkan pada Ndut yang penurut. Untuk hal ini, saya memang lebih dominan. Saya meledak-ledak, dia cenderung lebih tenang. Saya berantakan, dia rapi (itu keuntungan karena dia akan marah melihat saya sangat berantakan dan tidak tahan untuk beberes). Tinggallah saya duduk santai menonton televisi, dia akan dengan sendirinya beberes hingga mengganti sprei :D


Dalam perkara travelling, Ndut banyak menurut apa yang saya sarankan dan persiapkan. Dia sepertinya tahu betul, saya tidak suka “direcoki” untuk urusan itinerary. Sebagai travelmate, dia bukan orang yang bawel. Tidak pilih-pilih makanan, dan jarang mengeluh. Ah maklum, dia memang pintar menyembunyikan perasaan (kecuali kepada saya tentunya). :p



Saya, yang mulai sering bepergian selalu ingin dia turut serta. Bagi saya, kebahagiaan itu makin nyata jika ia dibagi, apalagi dengan sahabat sendiri, yang selalu ada disamping kita ketika kita sedang sangat kuat ataupun telah lelah menjalani hari. Sesungguhnya, travelling bersama sahabat akan makin membuat kita saling mengenal, menekan ego,  bertoleransi, jauh dari yang bisa kita dapat dari hanya sekedar belanja atau duduk-duduk di kedai kopi.




Travelling is about out of your comfort zone, and bestfriend will help you deal with that. Saya percaya, kami akan semakin solid jika kami lebih sering travelling bersama.

Ketemu Kak Prue, idola kami. yey! \m/

Bulan ini, tepat di ulangtahunnya yang ke seperempat abad, saya pun mendo'akan (meskipun dia nggak akan percaya) supaya dia cepet ketemu jodoh yang ideal seperti yang dia mohonkan pada Tuhan selama ini. Orang yang bisa membuatnya bahagia. Yes, as simple as that. You know, it is an unexplained feeling when your bestie finally meet someone whom she's really compatible with. You'll meet your prince charming soon, Ndut. No worry about that. I wish you the best that any birthday can hold. :)




Sincerely,
Your messy silly bestie

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me