Wednesday, September 24, 2014

Pantai Pink Lombok: Other Dream Comes True!

Saya pernah memposting di akun facebook tentang impian-impian saya terkait tempat-tempat yang sangat ingin saya kunjungi. Resort yang dibangun diatas air dan pantai merah muda atau pink. Dua jenis tempat itu ada beberapa di Indonesia. Berbekal mimpi dan keinginan yang kuat untuk berusaha menangkap kesempatan, satu persatu impian tersebut mulai saya wujudkan. Pertama, penginapan diatas air di Ora Beach Resort Maluku yang saya ceritakan disini, dan yang kedua pantai pink di Lombok.




Menurut yang saya baca ada 7 pantai pink di seluruh dunia, yang 2 ada di Indonesia. 1 di Lombok Timur, 1 lagi di Flores dekat dengan Pulau Komodo. Saya, yang karena keterbatasan waktu memilih Lombok terlebih dahulu. Lombok lebih dekat dari kota domisili saya dan saya tidak perlu meminta cuti kerja, maka berangkatlah saya kesana dengan pikiran yang sudah penuh akan pantai dengan pasir berwarna pink. Awww



Perjalanan menuju panatai pink cukup panjang. Dari pusat kota Mataram, normalnya kami harus berkendara selama 4 jam, tetapi karena Pak Andi sopir kami yang asli orang Lombok itu ada saja idenya, diantarnya kami ke pelabuhan tempat penyeberangan ke pantai pink dalam waktu 2 jam saja! Hahahaha. Dari dermaga itu, perjalanan dilanjut selama 1 jam menyeberang dengan kapal kecil yang biasa dipakai nelayan untuk melaut, tapi jangan khawatir kapalnya bersih kok. Boat men nya juga baik-baik. Hehehe





Sepanjang perjalanan menuju pantai impian saya itu, mas Opik boatman banyak bercerita mengenai kawasan laut yang kami lalui. Mengenai desa terakhir yang dihuni penduduk di daerah itu, gili pasir yang penuh air dan bisa dilalui kapal di siang hari tapi akan menyusut dan menjadi daratan di sore hari, mengenai budidaya mutiara dan sebagainya hingga waktu tempuh 1 jam seperti tidak terasa. Akhirnya sampailah kami di……. PANTAI PINK!







Yang pertama kali saya lakukan begitu menjejakkan kaki di hamparan pasir berwarna merah muda itu adalah loncat-loncat dan berteriak kegirangan. Norak ya. Hahaha tapi saya tidak peduli. Disana tidak ada wisatawan lain selain kami, yang ada hanyalah nelayan. Menurut cerita, pantai pink yang nama aslinya pantai tangsi ini memang pantai tempat singgah nelayan. Baru beberapa tahun terakhir ini akses untuk wisatawan mulai terbuka.







Oh iya, selain menyewakan kapal, boatman di desa tanjung luar juga bersedia memasakkan makan siang jika wisatawan memesan. Saya rupanya tidak salah pilih, makanan yang dihidangkan oleh boatman ini endes mampus! Ada ikan bakar, rajungan bumbu kuning dan cumi goreng tepung, juga sambal terasi. Yang membuat makan siang makin nikmat tentu adalah tempat menyantapnya. Di pantai pink, ada 1 gazebo yang biasa digunakan nelayan untuk istirahat, tetapi jika ada wisatawan mereka dengan senang hati mengalah. Sungguh bapak-bapak nelayan ini baik sekali.




Seharian kami menghabiskan waktu menjelajahi pantai pink dan kawasan sekitarnya, termasuk snorkeling di Gili Petelu. Sayang kami tidak memiliki dokumentasi bawah air padahal karang dan ikan sangat cantik disana. Maklumlah, tempat ini belum banyak terjamah tangan jahil. Semoga akan selalu begitu.





Sore menjelang dan kami pun harus bergegas kembali karena ombak akan semakin besar.  Sebelum benar-benar mencapai desa tanjung luar, kami mampir si Gili Pasir, yang ketika siang tadi kami lewati adalah lautan, sekarang sudah menjadi daratan dengan bintang laut bertebaran dimana-mana. Patricks everywhere and they’re so cute!





Melengkapi perjalanan kami hari itu, sunset terlihat sangat indah. Awalnya saya sempat kecewa karena dengan pergi ke pantai pink artinya saya tidak bisa menyaksikan sunset di Pantai Senggigi yang terkenal, tetapi segera rasa kecewa saya sirna. Sunset, dimanapun kita menyaksikannya selalu menghantarkan semburat jingga mempesona. Kecewa? Apa sih itu? Saya sudah lupa. Hihihihi.





Lilis, beyond happy after chasing her dream!





Info Tambahan:
  • Harga sewa kapal ke pink beach Rp.700.000 - Rp. 900.000 belum termasuk makan siang, kapasitas kapal 5-6 orang penumpang
  • CP Pak Azis +6281915972999
  • Sewa Alat snorkeling Rp. 100.000/set
  • Jika ingin disediakan makan siang, biaya tambahan Rp. 65.000/orang (murah banget!)
  • Mandi atau bilas di pos di Desa Tanjung Luar dikenakan biaya Rp. 20.000



No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me