Tuesday, March 3, 2015

Pulau Weh: Pesona di Ujung Barat Indonesia

Pulau Weh adalah pulau paling barat Indonesia. Bagi saya, Pulau Weh tadinya terdengar sedikit asing. Lebih familiar mengenalnya dengan nama Sabang; mungkin karena sejak kecil kita semua sudah dikenalkan konsep dari Sabang sampai Merauke lewat lagu nasional. Sabang sebetulnya adalah nama kota di Pulau Weh yang sekarang sudah memiliki bandara sehingga teman-teman yang hendak menuju kesana bisa terbang langsung dari Medan.

                           
Wisata di pulau Weh, menurut penduduk lokal, mulai menggeliat sejak musibah tsunami 10 tahun lalu. Orang-orang yang awalnya datang ke Aceh guna keperluan terkait bencana, menemukan kecantikan pulau weh, termasuk juga kecantikan taman lautnya. Sungguh selalu ada pelangi setelah badai.
Matahari terbit pukul 8 pagi di Pulau Weh

Super clear water
Wisata di pulau weh sudah dikelola dengan baik. Penginapan juga banyak tersedia, tergantung budget. Saya memilih penginapan iboih inn resort di kawasan pantai iboih setelah membaca reviewnya dari beberapa sumber. Tempat ini berdiri cantik di tebing-tebing yang ada di pantai iboih. Untuk mencapainya, pengunjung diberi fasilitas boat yang akan mengantar jemput dari bibir pantai ke penginapan. Kamar nyaman, ada AC dan hammock di depan kamar. Cocok untuk leyeh-leyeh di sore hari. Meski tidak ada tv, saya senang menginap disini karena bisa tidur ditemani suara jangkrik. Sesuatu yang memang saya senangi. Yes, I am a serenity cathcer. Lagipula di tempat seindah ini, siapa butuh televisi? :p



Kolam renang alami ;)
Kamar di Iboih Inn Resort
Dari penginapan, kita hanya perlu  waktu sekitar 10 menit pula menuju spot-spot snorkeling di seputaran pantai iboih seperti taman laut rubiah dan sarang nemo. Beruntungnya saya ketika berkunjung februari lalu visibility sedang bagus, meski bagi sebagian besar wilayah Indonesia februari masih termasuk musim hujan. Awalnya saya mengira, laut jernih dan pemandangan bawah laut menawan hanya milik Indonesia timur, ternyata saya salah. Ada taman laut rubiah yang mempesona di ujung barat.


Mobil bekas yg sengaja ditenggelamkan untuk dihuni ikan-ikan :D

Pada mau kemana gaes???
and Nemo!!!!
Pesona pulau weh tidak hanya taman bawah lautnya tapi juga tugu kilometer 0! Yes, tugu ini sangat ramai pengunjung, sehingga cukup sulit untuk mengambil gambar tanpa ada pengunjung lain. Sayangnya februari lalu tugu km 0 sedang direnovasi dan menurut berita akan selesai pada akhir tahun nanti. Yang berencana ke sabang tahun depan, selamat! Kalian bisa berfoto di depan tugu Km 0 yang masih baru dan pasti lebih bagus dari sebelumnya.


Buat saya, 2 hal itu yang paling istimewa dari Sabang. Adapun pantai-pantai disana seperti gapang dan sumur tiga menurut saya tidak terlalu istimewa. Tetapi ada satu penginapan sekaligus restaurant di pantai sumur tiga yaitu Freddie’s santai yang alamaaaakkkk makanannya endes mampus! Harus dicoba. Mereka menjual makanan Indonesia dan Italia dengan harga bersahabat. 1 loyang pizza sedang yang dapat dinikmati ber 4 hanya 60.000. Atau kalau datang rame-rame bisa pesan beberapa varian. Katanya sih itu resep asli dari Itali, karena Freddi, sang pemilik penginapan sekaligus juru masak adalah orang Italia.



Selamat berlibur ke ujung barat Indonesia. Siap-siap terpesona ya! ;)

the happy faces

Lilis, terhipnotis pesona Pulau Weh





Info Tambahan
  • Garuda Indonesia telah membuka rute Jakarta-Medan-Sabang dengan harga kisaran Rp. 1,600,000 sekali jalan. Jadwal penerbangan 3x dalam 1 minggu yaitu pada rabu, jum’at dan minggu.
  • Jika terganjal jadwal, bisa ambil penerbangan Jakarta-Banda Aceh, lalu menyeberang dengan kapal feri ke Pulau Weh. Jadwal penyeberangan adalah pukul 08.00 dan 16.00 WIB.
  • Iboih Inn hanya memiliki 13 unit kamar, jika ingin menginap lebih baik reservasi dahulu melalui tlp +62 811-841-570 di atau melalui website http://welcome.iboihinn.com/
  • Paket snorkeling setengah hari dikenakan biaya 600.000/ kapal sedangkan full day trip Rp. 1,200,000
  • Sabang melarang aktifitas pariwisata apapun pada hari jum’at pagi hingga setelah jam sholat jum’at. Kira-kira pukul 14.00 kegiatan pariwisata baru dapat dilakukan lagi.

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me