Sunday, March 29, 2015

Semarang Contemporary Art Gallery: Menikmati Semarang dari Sisi Seni

Di Semarang ada galeri seni? Ah yang bener? Bukannya Semarang itu kota industri? Kota perdagangan? Etttt jangan salah. Meski secara luas Semarang lebih terkenal sebagai kota industri, bukan berarti Semarang mnegesampingkan kesenian. Meski belum semegah dan sevariatif tetangga, DI Yogyakarta, Semarang memiliki galeri seni yang menarik untk dikunjungi (dan dijadikan lokasi foto-fotonya pastinya. Narsisme harga mati bos!!! :D)


Galeri seni bernama Semarang Contemporary Art Gallery ini terletak di kawasan kota lama. Dilihat dari namanya, salah satu kawasan terkenal di kota semarang ini menyimpan situs-situs “lama” atau tua secara usia. Bangunan-bangunan di kawasan ini memang peninggalan Belanda. Meskipun lama atau tua, beberapa bangunan disini masih difungsikan dengan baik, termasuk gedung yang kini difungsikan sebagai galeri seni.


Adalah kerjasama berbagai pihak yang membuat situs ini tetap bisa dinikmati oleh warga Semarang dan wisatawan hingga kini. Pemerintah kota Semarang membuat kawasan ini nyaman dan artistik sehingga tak jarang para pasangan yang hendak menikah melakukan pemotretan pra wedding di kawasan ini. Buat yang jomblo, foto foto sendiri juga nggak masalah lho, mblo. *pukpuk*



Semarang Contemporary Art Gallery buka pada hari selasa-minggu pada pukul 10.00-16.00 WIB dengan harga tiket masuk adalah Rp. 10.000. Murah meriah ya. Lebih murah dari ngejajanin gebetan di paragon, shopping mall terbesarnya Semarang kan? Hahaha maka dari itu tempat ini selalu ramai dikunjungi kawula muda berwajah cerah ceria karena bisa haha hihi sama teman-teman atau pacar tanpa harus menguras kantong.



Mungkin ada yang mikir yaelah galeri seni dimana mana juga banyak keleuusssss apa dong yang istimewa dari yang ada di Semarang? Jadi gini, Semarang Contemporary Art Galery memajang barang-barang bekas yang sudah dipoles ulang menjadi enak dilihat dan layak dipamerkan. Orang aja ada yang bela belain operasi plastik demi tampil cantik, barang barang bekas juga boleh dong? *brb ke Thailand*



Satu hal yang menjadi kekurangan dari galeri ini adalah tidak adanya pemandu ataupun petugas yang bisa dimintai keterangan jika pengunjung ingin mendengar cerita lebih jauh tentang suatu karya. Pengunjung benar-benar dibebaskan untuk eksplore sekaligus menginterpretasikan sendiri karya yang dipamerkan. Sepertinya, seni memang berarti kebebasan disini, tapi bebas juga tetap harus bertanggungjawab ya. Karya-karya yang dipajang tidak boleh disentuh guna menghindari kerusakan.


Jika selama ini Semarang lebih dikenal sebagai kota perdagangan dan bisnis, Semarang Contemporary  Art Gallery menampilkan sisi lain Semarang. Galeri ini menunjukkan bahwa Semarang adalah kota yang juga memiliki cita rasa seni yang layak dinikmati khalayak.





Lilis, Semarang is her second hometown and she find love in its every corner


No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me