Thursday, April 2, 2015

Mengejar "Emas" ke Puncak Sikunir

Waktu masih menunjukkan pukul 2.30 pagi ketika kami dibangunkan pihak homestay untuk melakukan summit ke puncak sikunir. Kami segera bergegas. Siapa sih yang rela kehilangan “emas” setelah menempuh jarak lumayan jauh ke Wonosobo dan bergelut dengan hawa dingin khas dataran tinggi selama berjam-jam? Yes, kami pergi ke bukit sikunir yang ada di ketinggian 2.263 mdpl itu untuk mencari “emas”. Saya sebut demikian karena itulah yang populer di kalangan para traveler dan fotografer. Sikunir memiliki golden sunrise.


Bukit sikunir ini tentu tidak setinggi saudara-saudaranya, gunung sumbing dan sindoro. Ia lebih bersahabat untuk pemula, bahkan untuk yang belum pernah melakukan pendakian sama sekali seperti saya ketika itu. Tetapi kita juga tetap harus menyiapkan stamina, karena kita harus berjalan menanjak menuju puncak setidaknya selama 1,5 hingga 2 jam.

Get ready
Kami waktu itu menginap di homestay yang lumayan jauh dari desa Sembungan yang merupakan start untuk pendakian, jadi kami terlebih dahulu berkendara dengan mobil sekitar 45 menit. Sesampai di desa Sembungan, kami memarkir mobil di area parkir yang telah disediakan oleh pemerintah setempat (atau penduduk, mungkin) dan mulai mendaki untuk summit.

Ia belum nampak
Angin yang bertiup lumayan kencang dipadu dengan hawa dingin pegunungan menyentuh badan kami yang sudah kami buat sehangat mungkin. 1,5 jam mendaki, kami tiba di puncak sikunir dan masih gelap. Rupanya sudah banyak orang yang sama-sama ingin menyambut sang emas disana.





Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, samar-samar sang emas mulai menampakkan diri. Mula-mula ia hanya berupa titik kecil, lalu semakin membesar dan meninggi, menunjukkan kecantikannya diantara gunung sumbing dan sindoro, membuat kami merinding, takjub melihat keindahan lukisan Tuhan. Sang emas terus meninggi, memancarkan sinar yang terang dan hangat, membuat awan-awan disekitarnya terlihat seperti tumpukan selimut berwarna oranye.





Saat itu, sebagai orang yang baru pertama kali melihat matahari terbit di puncak bukit, hati saya lumer. Ada goosebumps yang  sangat berbeda ketika saya melihat sunrise di ketinggian. Itu adalah pengalaman pertama, yang membuat saya ingin terus merasakan pengalaman serupa atau mungkin lebih dahsyat di tempat lain, di puncak yang lain, pada kesempatan yang lain. Aaamiiiin.


The sunrise chasers
Travelmates


Lilis, gold isn’t her thing but golden sunrise is an exception.




Info tambahan :
  • Bukit sikunir terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten wonosobo, Jawa Tengah.
  • Terdapat banyak homestay di desa-desa di kaki bukit sikunir, tetapi jika datang sewaktu peak season lebih baik tiba di Dieng sore hari sebelum summit esok paginya. (jarang ada homestay yang memasang iklan secara online, sehingga sulit untuk melakukan booking)
  • Salah satu akomodasi yang terkenal adalah losmen Bu Jono Dengan tarif antara Rp. 75.000 – Rp. 300.000
  • Losmen Bu Jono ada di Jl. Raya Dieng Km 27, Dieng Wetan, Kejajar, Wonosobo Phone: +62 85227389949 +62 81392162734 +62 85643958085.
  • Mendaki ke puncak sikunir hanya dikenakan biaya parkir kendaraan di Desa Sembungan. 




Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "Blog Competition #TravelNBlog 3yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID.

6 comments:

  1. Bagus sekali si 'emas'. Sayang waktu ke sana saya tidak bisa menjumpainya. Langit terlalu mendung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba terimakasih sudah mampir. Semoga besok besok kalau ada kesempatan ke Sikunir lagi pas lagi cerah ya. :D

      Delete
  2. Eh sampe sejam lebih daki sikunir? kok aku gak sampe 15 menit ya? Ya maklum sih betis tukang becak hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Juara mas!! Aku naik pas 1 jam, soalnya rombongan ber 6 dan yang 1 nggak terlalu kuat, jadi jalan harus pelan-pelan. Kalau yg udah biasa mendaki kayak mas Wira sih emang Sikunir cuma seujung kuku ya hehehe :D

      Delete
  3. Cieee endingnya kayak Prue :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehe iya mas, banyak yang bilang gitu mungkin karena "ndilalah" dia terkenal, padahal aku udah selalu kasih ending kayakgitu dari masih nulis curhatan di buku diary jaman SMP :)

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me