Wednesday, May 20, 2015

Mediterraneo Italian Resto dan Labuan Bajo = Sempurna!

“Maaf kakak, mungkin kakak ada menghindari makanan yang tidak halal?” Begitu kata pramusaji sesaat setelah saya memesan sarapan di salah satu restoran di Labuan Bajo. Ah, pramusaji disini well trained sepertinya. Melihat bahwa saya adalah turis domestik, yang sangat besar kemungkinan adalah muslim, tepat sekali dia mengingatkan saya akan hal tersebut.


Setelah 3 hari 2 malam tinggal di kapal untuk menjelajah Taman Nasional Komodo, hari terakhir di Labuan Bajo saya habiskan dengan bersantai ria sembari menunggu penerbangan pulang. Di jalan utama kota tersebut, berderet-deret resto yang rata-rata menyajikan menu Eropa, mengingat di Labuan Bajo sepertinya lebih banyak turis mancanegara dibanding turis lokal. Resto-resto ini menjual pemandangan pelabuhan lengkap dengan laut dan langit biru. Dari sekian banyak resto, pilihan saya jatuh pada Mediteraneo Italian Resto yang ketika saya lewat belum terlalu ramai.







Seperti halnya beberapa resto lain di Labuan Bajo, Mediterraneo yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta ini menjual pemandangan indah kota kecil ini lengkap dengan hidangan beraneka jenis. Meski berlabel Italian Resto, Mediterraneo ternyata memiliki beberapa menu Indonesia seperti nasi goreng yang bisa dipesan ketika jam makan siang.Tema resto ini adalah klasik dengan meja kursi serta perabot kayu lain yang berwarna-warni, juga ada beberapa kursi malas yang sangat nyaman untuk mengobrol santai sembari memandang ke pantai.







Harga makanan di Mediterraneo masih sangat bersahabat. Satu porsi english breakfast misalnya hanya Rp. 50.000 begitupun menu lain. Minuman jus segar mulai dari Rp. 20.000 an. Mereka menyajikan menu yang berbeda baik ketika sarapan, makan siang maupun makan malam. Khusus menu Indonesia mulai disajikan jam 11 siang ketika masuk waktu lunch.




4 hari 3 malam yang saya persiapkan untuk menikmati Labuan Bajo ternyata kurang. Banyak sekali tempat wisata ataupun resoran restoran unik yang belum saya coba. Sepertinya ini pertanda suatu saat saya harus kembali kesana. Hehehehe.





Lilis, she eats Italiano from Sabang to Labuan Bajo

2 comments:

  1. waaa...seru ya mba lilis bisa ke Labuan Bajo...blogmu seru..aku Dedew, ikutan TnB juga di Semarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dedew...aduh mimpi apa aku semalem ada njenengan mampir kesini mba. Thank you for stopping by, mba. Iya Labuan Bajo memang sudah lama ada di wishlistku mba makanya nabungnya rajin bgt sampai akhirnya keturutan bisa kesini. Nice to meet you here mba ;)

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me