Tuesday, June 16, 2015

Antara Tegang dan Seru Paralayang Kota Wisata Batu


Di awal 2015, seperti biasa saya menuliskan keinginan dan harapan yang hendak saya capai setahun kedepan, salah satunya adalah paralayang. Saya penasaran dan sangat ingin mencoba bagaimana rasanya terbang di ketinggian tertentu, menyaksikan rumah, gedung ataupun manusia menjadi sangat kecil dibawah sana. Merasakan terbang seperti seekor burung dan tentunya sebagai orang yang lumayan aktif di media sosial saya ingin mengunggah foto kaki di ketinggian dengan caption: from where I fly karena from where I stand sudah sering saya lakukan. :D

Berdasarkan pertimbangan atas beberapa hal, saya akhirnya memutuskan untuk terlebih dahulu memilih paralayang di kota wisata batu, Malang, Jawa Timur (di Indonesia ada beberapa kota yang menyediakan operator aktifitas paralayang). Disana paralayang akan dimulai dari sebuah bukit bernama bukit cinta (saya curiga bukit ini dinamakan demikian karena banyak muda mudi yang pacaran ups) dan diakhiri di sebuah lapangan desa dekat dari lokasi.


Setelah melakukan booking melalui telepon, berangkatlah saya menuju spot kurang lebih 2 jam berkendara dengan mobil dari kota Malang (atau karena macet ya jadi selama itu? :p). Setelah registrasi ulang dan melakukan pembayaran, saya menunggu antrian sebelum akhirnya dipanggil untuk bertemu Pak Trisno yang akan menjadi tandem saya. Sebagai informasi, semua petugas tendem yang bekerja disini adalah atlet profesional, jadi tidak perlu khawatir. Safety first pokoknya.

Saya segera dibantu mengenakan helm, alat yang akan menempelkan badan saya ke tandem dan petugas juga menawarkan untuk meminjami monopod jika kita tidak membawa monopod sendiri. Mereka juga memberi instruksi bahwa ketika akan terbang kita diminta berlari. Tidak boleh berjalan, apalagi loncat-loncat. Ingat situ bukan vampir :p. Setelah terdengar aba aba go dilanjut instruksi run run run, segera saya meluncur bersama Pak Trisno ke udara. Ketika lepas landas, aduhaiiii jantung saya serasa mau copot!!! Di rekaman video yang saya lihat kemudian, saya geli melihat wajah saya sendiri. Hahahaha.


Kurang lebih 20 menit saya melayang di udara, di ketinggian 1300 mdpl. Sesuai dengan bayangan saya di awal, saya gembira melihat daratan yang semakin mengecil dan tentunya memotret kaki berkali-kali. Kelakuan emang. Saat mengudara itu pula, Pak Trisno menyarankan saya mencoba paralayang di kota Palu, ketinggiannya 2x lipat dari yang sedang saya coba. Hah!! Langsung merinding saya membanyangkannya.



Menjelang lepas landas, Pak Trisno menginstruksikan untuk tenang dan meluruskan kaki and boom!!! Nggak ding, suaranya nggak kayagitu hehehe kami mendarat dengan mulus. Seusai selfi dengan Pak Trisno (tetep) saya diantar oleh ojek menuju starting point. Ojek ini sudah termasuk fasilitas jadi kita tidak perlu membayar lagi.

Jelang lepas landas, muka sok cool padahal tegang :p
kita selfi dulu Pak Trisno
Kadang, ada ketakutan-ketakutan yang memang harus kita sendiri yang mengatasinya. Seperti paralayang yang bagi saya adalah ajang menaklukkan ketakutan terhadap ketinggian. Bonusnya, saya bisa memberi satu lagi tanda centang di wishlist 2015 dan tentunya mengunggah foto dengan captionfrom where I fly” hihihihi.

from where I fly


Lilis, she wanna fly like a bird and run like a cheetah



Info Tambahan:

  • Booking paralayang Batu bisa dilakukan via telepon ke Yoshi Pasha di +62 – 818 33 7051 atau Surya Futol di +62 – 8155 211 995
  • Pin Bb 2A25D052 atau kunjungi website mereka disini
  • Biaya paralayang adalah Rp. 350,000
  • Meski sudah sampai lokasi, kita tidak selalu bisa paralayang. Semua tergantung cuaca.

1 comment:

  1. Homestay batu,ojek online antar jemput ke stasiun malang dll,guide wisata batu hubungi 085739290143 BB: 293B5199

    ReplyDelete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me