Friday, June 26, 2015

Bali Beaches: The Quiet Beautiful Green Bowl of Pecatu


Pantai-pantai di Bali pesonanaya memang sudah tersohor di kalangan wisatawan baik domestik maupun internasional. Tidak heran kalau Bali, terutama pantainya selalu ramai oleh pengunjung, apalagi ketika musim liburan tiba. Dengan fakta tersebut, saya menyadari satu hal; sekarang makin sulit menemukan pantai yang sepi di Bali. Kalaupun ada pantai yang indah, tidak lama kemudian pantai ini diprivatisasai oleh resort. Jadilah kita harus merogoh kocek lumayan dalam untuk bisa kesana.

Oke, mengenai privatisasi pantai ini bisa panjang kali lebar jika dibahas, hehehe, buat yang punya rejeki lumayan bolehlah sesekali mengunjungi pantai-pantai "mahal" tersebut tapi buat yang travelingnya ala backpacker jangan khawatir. Bali ternyata masih memiliki pantai cantik berpasir putih, relatif sepi dan bersih di Bali Selatan. Namanya pantai Green Bowl.


Jika belakangan ini di Bali Selatan ada pantai yang sedang naik daun yaitu Pandawa, nah Green Bowl ini satu jalur dengan Pandawa. Nantinya di pertigaan yang menuju ke Pandawa, akan ada petunjuk arah juga untuk ke Green Bowl. Jika ke Pandawa belok kiri, Green Bowl ini arahnya lurus.

Sampai disana sekitar pukul 10.00, saya belum melihat adanya pantai dari parkiran. Pantas saja, ternyata pantai Green Bowl tersembunyi di dalam sebuah ceruk yang kita perlu perjuangan untuk mencapainya: puluhan anak tangga!! Hahahahaha. Saya rasa itu pula yang menyebabkan pantai ini dinamai Green Bowl karena ceruk yang mengelilingi pantai berbentuk seperti mangkok dan pohon pohon di dalamnya membuat sekitaran pantai penuh warna hijau. Segera setelah mempersiapkan diri dengan sunblock, kacamata, dll saya dengan semangat menuruni satu per satu anak tangga yang tidak terlalu luas. Kadang-kadang kita harus berhenti ketika berpapasan dengan wisatawan lain dari arah berlawanan, apalagi mereka yang membawa papan selancar lebar-lebar. Saya lihat sesekali mereka juga istirahat, sepertinya anak tangga-anak tangga ini lumayan menguras tenaga. hufffttt!!!



Ombak di pantai green bowl rupanya menarik hati para peselancar, kebanyakan wisatawan asing disana sepertinya memang memilih Green Bowl karena belum terlalu padat seperti Kuta maupun Suluban. Meski begitu beberapa wisatawan juga saya lihat hanya bersantai membaca buku, berjemur, atau bercengkerama dengan pasangan. Ah.... Bali memang terlalu indah untuk dinikmati sendirian rupanya. Hihihihi. *pukpuk para jomblo* *pukpuk diri sendiri*



Disini ada beberapa ibu-ibu lokal yang menawarkan jasa pijat dan menjual aksesoris seperti gelang dan semacamnya. Sayang sekali jasa pijat yang mereka tawarkan menurut saya agak mahal, sekali pijat (hanya kaki) mereka memasang tarif Rp. 100,000. Buat saya harga tersebut kurang bersahabat meski masih bisa ditawar. Untungnya gelang-gelang mereka cukup murah, ada yang dihargai Rp. 10.000. Lumayan saya beli dua dengan maksud supaya si ibu segera berlalu. Bukan apa-apa, adakalanya di pantai yang kita menuju kesananya pun sudah penuh perjuangan, saya tidak ingin diganggu. Betul-betul ingin menikmati me time.






Di pantai-pantai di Bali, jika kita perhatikan memang banyak yang menawarkan jasa pijat. Silakan jika mau mencoba, keluarkan kemampuan menawar terbaik Anda hehehe tetapi jika tidak berminat, tolaklah mereka dengan halus. Meski kadang mereka agak memaksa seperti tiba-tiba memegang kaki kita dan langsung dipijat tanpa persetujuan, tarik kaki pelan-pelan dan tetap tolak dengan senyuman. Pokoknya jangan sampai perkara-perkara seperti ini mengganggu keasyikan kita berlibur dan bersantai. Apalagi jika tempatnya seindah, sebersih dan setenang pantai Green Bowl. Take it easy and relax.







Lilis, Bali baches explorer




Info Tambahan:

  • Pantai Green Bowl Terletak di Desa Pecatu, Bali Selatan
  • Tidak ada tiket masuk  pantai, hanya biaya parkir Rp. 5,000/ mobil
  • Terdapat beberapa warung di area parkir yang menjual makanan dan minuman dengan harga standar






2 comments:

  1. Wah bagus banget pantai green bowl
    semoga pariwisata Indonesia makin maju

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, dan masih sepi pula. Hehehehe. Terimakasih sudah mampir ya ;D

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me