Monday, June 22, 2015

Mengenang Hari Lahir, Surprise dari Sahabat dan Memaknai Hidup


Ampun DJ...judul postingan kali ini berat banget, not my kind of blogpost but hey... sometime I got something in my heart I really want to share. Sama seperti orang lain yang kadang juga ingin bercerita seputar lingkup pribadi. So, pardon me. :)


Bagi orang yang sudah melalui seperempat abad usia seperti saya, ulang tahun bukan lagi tentang sesuatu yang festive, gegap gempita dan hingar bingar seperti beberapa tahun yang lalu. Kini, ulangtahun bagi saya lebih bermakna sebagai pengingat jasa-jasa orangtua yang telah bersusah payah, berjuang dengan segala daya upaya mendidik dan menjaga saya dengan penuh cinta kasih selama 26 tahun.

 Maka ketika hari kelahiran saya datang, saya justru yang mengucapkan selamat pada orangtua saya. 26 tahun tentu bukan waktu yang singkat dan mudah. Setelah menikah, mereka tidak serta merta memiliki saya. Ada penantian selama 2 tahun, yang pada masa itu saya yakin terasa amat panjang. Saya bayangkan ketika lebaran atau acara kumpul kumpul yang lain, mereka harus menjawab bertubi-tubi pertanyaan dari kanan kiri, kenapa momongan tak kunjung mereka miliki. Rasanya pasti pedih sekali.

Perjuangan lalu dimulai ketika saya lahir hingga sekarang. Orangtua saya bukan tipe yang suka dengan perayaan. Kadang, atas dasar rengekan saya saja (setelah berumur 22 tahun saya baru berani) akhirnya kami sekeluarga kadang-kadang pergi makan bersama. Sebelum itu tidak pernah. Tapi saya yakin, cinta orangtua pada anak tidak bisa diukur dari cara mereka menyikapi ulangtahun. Saya rasa, itu hanya perkara prinsip hidup dan cara mereka mendidik saya dengan nilai-nilai yang saya sadari kemudian hari.


Oleh karena memiliki orangtua yang tidak menyukai perayaan, saya acapkali diperbolehkan sekedar makan-makan bersama teman-teman, tetapi makin kesini makan-makan terasa hambar. Saya kemudian memutuskan untuk naik gunung bersama teman-teman kampus tahun lalu, sedangkan tahun ini saya memutuskan menginap di cottage diatas laut bersama sahabat. Pilihan yang tepat!


Ini karena Mba Nining nggak pake jilbab, wajahnya kita samarkan dulu :D
Seperti halnya yang pernah saya tulis di postingan mengenai travelmate, bepergian bersama adalah ritual yang saya yakini dapat mempererat tali persahabatan karena disanalah seseorang akan memperlihatkan sifat aslinya. Kita bisa melihat kualitas sahabat kita sebagai pribadi, sebagai manusia. Hal-hal berharga seperti ini saya rasa akan sulit saya temui jika kami hanya duduk duduk manis di kedai kopi. Jika sepulang traveling persahabatan masih erat, saya percaya berati telah tercipta toleransi yang besar antara kita dan sahabat kita dan itu pertanda bagus untuk keberlangsungan persahabatan itu sendiri.




Finally, terimakasih para gadis yang sudah bersedia pergi ke pulau untuk sekedar berhaha hihi. Kita tahu, ini bukan tentang bagaimana ulangtahun dirayakan, tapi tentang bagaimana kalian memberi arti bagi hidup saya. Thank you for coming to my live. Fina said: It would not be the same without you.

Hug!!!

Sincerely,

Your Gemini “Drama” Girl

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me