Wednesday, July 15, 2015

Pulau Ayer, Resort Atas Laut di Kepulauan Seribu


Berawal dari memfollow akun instagram salah satu travel photographer terkenal yaitu shu travel photoghraper yang menggunakan akun dengan nama travelographers, saya terpesona ketika Heri (sang fotografer) mengunggah beberapa foto cottage atas laut. Awalnya saya pikir itu Derawan, tetapi kok warna air lautnya beda jauh ya? Pikir saya. Ora resort juga tambah tidak mungkin. Ternyata, setelah saya baca captionnya dengan seksama, cottage-cottage mengapung itu terletak di sebuah pulau di Kepulauan Seribu, namanya Pulau Ayer.



Didorong oleh rasa penasaran yang tinggi, akhirnya bulan lalu saya memutuskan untuk menyambangi Ayer. Pulau ini ternyata letaknya sangat dekat dari Jakarta. Kami berangkat dari dermaga 16 Marina Ancol dan hanya duduk di dalam fast boat sekitar 40 menit. Bahkan ketika malam hari, kelap-kelip lampu kota Jakarta masih sangat jelas terlihat dari Ayer.

Kelap kelip lampu Jakarta masih terlihat dari dermaga
Ayer adalah pulau kecil yang sepertinya dikhususkan untuk wisata. Selain cottage atas laut, ternyata mereka juga memiliki cottage darat. Karena pulau ini sangat kecil, dari ujung ke ujung semua digunakan untuk melengkapi fasilitas resort seperti children playground, arena bbq, kolam renang, hall pertemuan, bahkan tempat karaoke dan mini market. Di beberapa sudut juga terdapat kursi malas untuk sekadar bersantai menikmati hembusan angin.


children playground
restoran di siang hari
restoran di malam hari
Cottage laut sendiri ada beberapa tipe, jadi wisatawan bisa menyesuaikan kebutuhan. Saya yang datang ber 4 dengan kawan-kawan memilih kamar standar yang ternyata bisa digunakan oleh 4 orang, tentunya dengan tambahan 2 ekstra bed. Hal ini tidak menjadi masalah karena kamat standar pun sudah luas sekali. Ada mini pantry, balkon, televisi dan AC. Untuk 1 malam menginap di kamar standar plus 2 ekstra bed kami membayar sekitar Rp. 3,300,000 sudah termasuk makan selama di pulau dan antar jemput dari dan ke pelabuhan Marina Ancol. Jika Anda datang dengan keluarga besar, mungkin Anda bisa memilih kamar VIP yang lebih luas. Atau jika tidak ingin menginap, bisa juga datang pagi dan pulang sore, one day tour dengan membayar Rp. 180,000/ orang.




Ada 1 hal yang wajib diketahui sebelum memutuskan berlibur ke Ayer. Disana ada peraturan tidak boleh berenang di laut. Awalnya saya tidak mendapat penjelasan mengapa demikian, setelah sampai disana baru saya simpulkan sendiri tamu tidak boleh berenang adalah karena selain air lautnya kotor, di seputaran pulau juga banyak sekali kapal-kapal penangkap ikan yang pastinya membuang limbah bahan bakar ke laut. Oleh sebab itu pihak resort menyediakan kolam renang dan beberapa watersport yang bisa kita coba dengan biaya tambahan. Saya dan teman-teman memilih banana boat. Rp. 175,000 sekali putaran, sekitar 20 menit. Ada juga jetski yang tarifnya sepertinya per jam.




Oh iya setiap malam minggu ada live music di restoran, lumayan untuk menemani acara bercengkerama. Pulau ini nampaknya juga bisa disewa untuk acara seperti pernikahan, bisa mengusung konsep garden party. Pasti seru sekali.




sunset

Lilis, she enjoy her stay at floating cottages wherever it is.



Info Tambahan:
  • Booking paket wisata Pulau Ayer bisa dilakukan melalui telepon dan email, tetapi lebih baik via tlp karena jika hanya mengirim email akan lama dibalasnya.
  • No tlp (021) 3852004 email di customerservice@pulauayer.com
  • Info mengenai harga dapat dilihat di website www.pulauayer.com
  • Ketika sudah deal, kita diwajibkan membayar DP sebesar 50%, adapun sisanya wajib dilunasi maksimal 3 hari sebelum keberangkatan. 

2 comments:

  1. wuih mantab, catatan perjalanan dan info tentang pulau ayernya lengkap. saya sendiri malah belum sempet nulis tentang Ayer ini hehehe.. terus ngeblog, indahnya berbagi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.... Nggak nyangka inspiratornya mampir. Senengnya! Terimakasih banyak Kak :D

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me