Wednesday, September 9, 2015

Dua Spot Wajib Ketika Mengunjungi Ambarawa


Ambarawa adalah sebuah kota kecil di sebelah selatan Kabupaten Semarang berjarak kurang lebih 15 Km. Kota ini cukup terkenal dengan keberadaan palagan yang merupakan monumen untuk mengenang perlawanan rakyat Ambarawa terhadap sekutu. Ambarawa juga memiliki rel kereta api serta masih menyimpan kereta uap yang ketika jaman revolusi membawa Presiden Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta.

Jika Anda kebetulan memiliki beberapa hari luang di Semarang dan sudah berkeliling, Ambarawa bisa jadi pilihan wisata. Kota ini tidak terlalu jauh dari Semarang. Disana setidaknya ada 2 tempat favorit saya yang mungkin bisa Anda jadikan referensi.


Yang pertama tentu rawa pening. Rawa ini menurut legenda cerita rakyat berasal dari bekas cabutan lidi Baru Kinting, seorang pemuda yang diremehkan karena menderita penyakit kulit. Adapun secara ilmiah, Rawa Pening adalah danau alami yang terbentuk karena igir payung rong telah membendung sungai tuntang sehingga menjadi bendungan dengan bentuk agak bulat.


Jangan lupa selfi :p
Rawa pening sudah sekian lama menjadi sumber penghidupan penduduk sekitar. Mereka bisa memancing ikan atau bertani enceng gondok disana. Kini, mereka juga mulai sadar wisata. Mereka menyediakan perahu untuk para wisatawan yg ingin berkeliling rawa pening. Kapal ini murah saja tarifnya. Hanya Rp. 60,000 untuk 1 kapal yang dapat diisi 6 orang. Kita akan dibawa berkeliling selama kurang lebih 30 menit.


tarif sewa kapal
Selain Rawa Pening dimana kita bisa lebih dekat melihat aktifitas mata pencaharian penduduk sekitar, ada satu lagi spot favorit saya; museum kereta api Ambarawa. Museum ini sudah berbenah, terlihat dari kebersihan lokasi dan kesiapan petugas. Untuk dapat merasakan perjalanan dengan kereta api uap seperti di jaman penjajahan dulu, kita perlu membayar 50.000. Nantinya kereta itu akan membawa kita dari Ambarawa ke kota kecil Tuntang lalu kembali lagi ke Ambarawa.



Kereta wisata hanya beroperasi pada akhir pekan dan hanya tersedia pada pukul 10.00 pagi serta pukul 14.00 siang. Jadi, pastikan Anda tidak terlambat mendapatkan tiket yang bisa dibeli di loket dekat pintu masuk.




Selain kereta uap, taman di museum kereta api ini juga bersih, beberapa kereta api tua sepertinya sengaja dipajang sehingga para wisatawan bisa berfoto disana. Ada juga patung-patung huruf yang membentuk tulisan yang sepertinya terispirasi dari hal serupa di Amsterdam. Jika disana tulisan tersebut berbunyi Iamsterdam, disini ada Iambarawa. Hihihihi








Lilis, Ambarawa memberinya pengalaman baru menaiki kereta uap.







Foto museum kereta api oleh sahabat saya Angkasaijo

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me