Friday, November 27, 2015

Angkutan Menuju Kota dari Bandara Ahmad Yani Semarang

Bandara Ahmad Yani, Sumber: indo-aviation.net
Bandara internasional Ahmad Yani di kota Semarang memang merupakan bandara yang tidak terlalu besar seperti Juanda apalagi Soekarno Hatta. Oleh sebab itu beberapa fasilitas juga belum maksimal; salah satunya angkutan menuju hati dan sanubarimu kota atau tempat lainnya.

Dari bandara menuju kota hanya tersedia taksi resmi bandara, tidak ada bus damri seperti di CGK, apalagi angkutan kota yang memiliki 1 sisi pintu saja seperti mobil sport itu. Bagi saya, taksi-taksi yang ada di bandara Ahmad Yani lumayan mahal. Bagaimana tidak, tarif taksi tersebut bisa 2x bahkan kadang 3x lipat dari argo taksi umum non bandara. Kalau sedang ada rejeki sih tidak masalah, lha kalau pas kantong seret? Dompet tipis? 

Nah, untuk menyiasati hal ini ada beberapa cara yang bisa kita lakukan:

1. Menunggu Taksi Non Bandara

Jika landing di Semarang sebelum malam hari, masih ada kemungkinan taksi non bandara lalu lalang mengantarkan penumpang yang akan mengejar penerbangan. Kita bisa memakai taksi non bandara yang telah menurunkan penumpang dengan cara menunggu agak jauh dari pos taksi-taksi resmi. Jadi dari pintu keluar bandara, kita bisa berjalan sekitar 500 m dan tunggu saja disitu lalu stop taksinya. Ajak kenalan sopirnya, siapa tahu jodoh.

Tapi saran ini tidak berlaku di malam hari karena setelah penerbangan terakhir tidak ada lagi taksi non bandara yang datang. Opsi selanjutnya bisa jadi pilihan. ;)

2. Ojek

Dari pintu keluar bandara, di sebelah kiri sekitar 500 m juga biasanya ada beberapa tukang ojek yang mangkal. Jika tujuan kita cukup dekat dan tidak sedang hujan, ojek bisa jadi pilihan karena tentu lebih murah daripada taksi. Biasakan menawar, asal nggak kebangetan. Misal si abang ojek minta 25,000 ya jangan ditawar sampe 1,500 juga kalik.

3. Becak

Biasanya di sebelah tukang ojek ada juga becak, meski tidak selalu. Perlu diketahui bahwa bandara kota Semarang terletak cukup dekat dengan pusat kota dan beberapa jalan protokol, jadi bisa saja kita menuju beberapa lokasi dengan becak. Tentu saja jika waktu kita luang, karena becak pasti akan sedikit lambat.

Tugu Muda, Sumber: kamarmurah.com
Oh iya, karena sekarang di Semarang juga sudah ada go-jek (yeeeyyyyy), mungkin ini akan makin mempermudah dan melegakan kita yang menjunjung tinggi prinsip penghematan. Meski belum pernah nyoba manggil abang go-jek ke bandara, tapi sepertinya teknik menunggu agak jauh dari pos taksi resmi tetap harus dilaksanakan. Untuk menghindari hal-hal nggak enak aja sih.


Simpang Lima, Sumber: hellosemarang.com

So, selamat datang di Semarang! Jangan lupa beli oleh-oleh lumpia, wingko dan bandeng presto buat handai taulan. ;)






Lilis, live in Semarang happily

2 comments:

  1. sekarang sepertinya juga ada bis BRT/Trans Semarang juga koq..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeyy sepertinya apal bener kalo urusan per-angkot-an yes :p

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me