Monday, February 1, 2016

Singgah Sejenak di Bukit Malimbu, Lombok


Bukit Malimbu tidak ada dalam daftar tempat yang ingin saya kunjungi ketika membuat itinerary ke Lombok. Nama tempat itu pun asing bagi saya. Maka ketika Pak Andi pemandu wisata kami mengatakan kami akan mampir ke Bukit Malimbu langsung begitu keluar dari Bandara Internasional Lombok, saya mengernyitkan dahi. 


"Bukit Malimbu? Kita bisa lihat apa disana Pak Andi?"
"Lautan yang indah, Non" jawabnya sambil terkekeh.

Hmmm mana ada sih tempat yang tidak indah di Lombok, pikir saya. Hihi. Sepanjang perjalanan selepas dari bandara menuju Pelabuhan Bangsal, saya disuguhi pemandangan pepohonan gersang karena datang ke Lombok di bulan september. Beberapa travel blogger terkenal menyebut september adalah bulan terbaik mengunjungi Nusa Tenggara, Barat maupun Timur. Kita yang datang di bulan itu akan disuguhi pemandangan gradasi warna birunya langit dan laut yang kontras dengan pepohonan gersang berwarna coklat. Such an eyegasm view.




Kami dibawa Pak Andi sekiranya 45 menit ketika beliau menghentikan mobilnya. Rupanya sudah sampai di bukit Malimbu. Saya lihat tidak banyak wisatawan, senang rasanya bahwa kegiatan foto-foto akan berlangsung lebih tenang hehehe.




Bukit Malimbu adalah dataran sepanjang hanya beberapa ratus meter. Dari sana, kita bisa memandangi Pantai Senggigi serta 3 Gili terkenal di Lombok yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan dari kejauhan serta kapal kapal cepat yang berlalu lalang. Seperti layaknya view point, di Bukit Malimbu terdapat bangku meski tidak banyak, para penjual souvenir dan tentu saja makanan ringan. 




Sayang ketika saya datang, cuaca sedang sangat terik dan Bukit Malimbu tidak banyak memiliki tempat untuk berteduh. Jadilah saya berfoto sepuasnya lalu segera melanjutkan perjalanan.



Bukit Malimbu tidak ada dalam daftar, tapi saya tidak menyesal mengunjunginya meski hanya kurang lebih 30 menit. Saya kemudian mencari info dan melihat banyak foto momen matahari terbenam di sana yang ternyata sangat indah. Jam-jam matahari terbenam tentu lebih nyaman juga untuk mengambil foto karena tidak seterik siang hari, juga efek foto akan terlihat lebih dramatis. 



Jadi kalau kamu ke Lombok dan sedang dalam perjalanan dari dan atau ke bandara dari arah Pelabuhan Bangsal, mampir saja sebentar. Keluarkan kamera dan nikmati momen memotret di Bukit Malimbu.




Lilis, a professional moment-grapher :p

4 comments:

  1. Lombok is always a good ideas . Awal tiba di bandara lombok aja udah disuguhi tulisan gt, mempesona banget lombok mah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa setuju banget Kak, hehehehe. Disana 3 atau 4 hari rasanya kurang banget ya, apalagi saya juga belum ke rinjani. Makin pengen balik lagi. Kakak berdua sudah kemana aja pas di Lombok? Nice to meet you here btw ;)

      Delete
    2. wah iya kak kurang banget, disana enak damai tentram gt suasananya. Wah harus cobain summit ke Rinjani nih ��.

      Delete
    3. Ah iya Kak hahahaha pengen banget ke Rinjani tapi kok ngerasaya belum siap. Mungkin aku kudu olahraga intensip dulu beberapa bulan ya :')

      Delete

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me