Tuesday, March 22, 2016

Menemukan Surga di Puncak Pulau Pasumpahan Padang


Mengunjungi Sumatra Barat selama 4 hari, saya dan teman-teman mengkhususkan 1 hari untuk menjelajah 2 pulau yang dekat dari Kota Padang yaitu Pulau Pagang dan Pasumpahan. Layaknya pulau yang dekat dari kota, dua pulau ini bisa dijadikan alternatif liburan keluarga. Piknik sambil menggelar tikar dan makan-makan bersama keluarga besar, bermain wahana banana boat atau sekadar berenang santai. Memang kita bisa juga snorkeling, ada yang menyewakan perlengkapannya, tetapi pemandangan bawah lautnya biasa, tidak terlalu istimewa. 


Menuju 2 pulau ini cukup mudah. Dari kota Padang, kita cukup berkendara sekitar 30-45 menit menuju Pelabuhan Bungus. Disitu semua wisatawan akan diberangkatkan berdasarkan nomor urut kedatangan dan operator yang dipilih. Sebaiknya hindari datang langsung dan gambling apalagi pada akhir pekan. Bisa-bisa kita kehabisan seat. Saya sendiri memilih untuk memesan paket komplit jelajah 2 pulau, snorkeling, banana boat plus makan siang kepada tour operator bernama Losmen Carlos sejak H-30 kedatangan kami melalui telepon dan whatsapp. Jadi begitu sampai di pelabuhan, kami tinggal menyebutkan namanya, diminta memilih pelampung dan diberangkatkan ke pulau 30 menit kemudian. Untuk paket ini kami harus membayar Rp. 250,000/orang. 


Perjalanan menuju pulau tidak memakan waktu lama. sekitar 45 menit kami sudah sampai di Pulau Pagang dan langsung menceburkan diri ke laut dengan bahagia. Disini agen menyediakan dokumentasi bawah air, kami bisa berfoto secara bergantian tapi saya tidak berminat karena pemandangan tidak begitu menarik seperti yang saya ceritakan di paragraf pertama. Kami juga menikmati makan siang dan satu putaran permainan banana boat di Pulau ini. 


Puas bermain-main di Pulau Pagang, lewat tengah hari kami pindah ke Pulau Pasumpahan. Di pulau ini ada satu spot foto yang alamaakkk ramai sekali yaitu ayunan yang ditanam di pantai. Di dalam air. Jika ingin berfoto, sudah pasti kaki basah. Seperti spot yang terkenal di Hotel Ombak Sunset Gili Trawangan. Tapi lagi-lagi, melihat antrian yang demikian panjang, saya kehilangan minat untuk ikut berfoto di ayunan itu. Saya maklum karena saya kesana ketika libur panjang akhir pekan. Hehehehe 


Sambil bersantai di pantai, kami mendapat info bawah di Pulau Pasumpahan ini ada satu spot foto di ketinggian. Kabarnya pemandangan disaana luar biasa. Saya dan kawan-kawan yang penasaran lalu mencari jalan menuju bukit yang dibicarakan itu. Melihat medannya yang sangat terjal dan licin, awalnya saya menyerah dan memutuskan untuk tinggal di bawah saja menunggu teman-teman naik. Sejurus kemudian saya berfikir, sudah jauh-jauh sampai sini kenapa tidak dicoba? Saya akhirnya memutuskan ikut. Untung ada Om JP dan Mas Yogo, travelmates yang menyemangati dan membantu saya naik ke bukit berbatu nan terjal itu. Nafas rasanya mau putus. Siang bolong dan matahari sangat terik, badan basah karena air laut, rambut lengket, adalah perpaduan yang dahsyat. Makin menambah derita ketika naik bukit. Hahaha


Sampai di puncak bukit setelah istirahat beberapa kali, kami tercengang. Woowwwwww pemandangan dari atas sangat indah. Mirip yang kita lihat di Raja Ampat, di spot foto bukit Piainemo meskipun batuan karstnya lebih sedikit. Seketika rasa lelah dan kepanasan terbayar lunas. Saya bersyukur Om JP dan Mas Yogo menyemangati saya untk ikut naik, andaikan saya menyerah tentu saya tidak dapat kesempatan melihat keindahan ini. Jadi, kalau sudah bersusah payah sampai di Pulau Pasumpahan, naiklah ke bukit. Jalannya memang berbatu, terjal, kemiringan ada yang sampai 75' tapi percayalah sesampainya diatas tidak akan ada penyesalan tersisa. 

strike a pose like supermodel :D

Untuk yang ingin berwisata sehari ke 2 atau 3 pulau, silakan kontak Losmen Carlos disini








Lilis, bukan bidadari tapi bisa melihat "surga"

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me