Thursday, April 28, 2016

Dari Momen Gala Premiere AADC 2: Perjuangan Untuk Sebuah Nostalgia (1)


Sumber foto: Showbiz Liputan 6
Film yang disebut-sebut sebagai pioneer lahirnya film lokal berkualitas, Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tidak terasa sudah 14 tahun yang lalu diputar. Pada 2014, line membuat miniseri AADC sebagai media promosi fitur terbaru mereka: find alumni. Video promosi yang diunggah di kanal youtube tersebut ternyata mencuri perhatian jutaan orang, maka tahun lalu, Miles Films mengumumkan mereka akan membuat sequel film AADC dan ditayangkan perdana serentak di 3 negara hari ini: Kamis, 28 April 2016.


Sebagai fans AADC (meski bukan garis keras) saya tentu merasa ikut sumringah sekaligus deg-deg an mengetahui kabar ini. Meski ketika AADC pertama kali diputar saya masih berumur 13 tahun, kelas 1 SMP, tapi sungguh, siapa yang tidak ingat film itu? Membekas di hati seperti noda luka gores di kulit.

Mulailah saya menjadi pengikut setia berita-bertita terkait AADC 2. Semua akun media sosial mereka saya follow, sampai akhirnya Miles Films dan semua perusahaan sponsor menyelenggarakan kuis berhadiah tiket pertunjukan perdana film ini, yang digelar satu minggu sebelum filmnya tayang serempak. Saya mendadak bersemangat 45 mengikuti sayembara. Saya membaca peraturan mengikuti kuis dengan seksama dan mulai menulis. Saya memilih mengikuti kompetisi dari Miles Films dan Garuda Indonesia. Keduanya membuka kesempatan untuk kami menulis Fan Fiction AADC 2.

Saya mulai rajin "melamun". Membayangkan sudah seperti apa kehidupan Cinta, para sahabatnya serta Rangga setelah 14 tahun berlalu. Lamunan saya bergerak kesana-kemari, membayangkan kembali adegan ciuman antara Rangga dan saya Cinta, teringat Mang Diman yang sebetulnya paling berjasa atas pertemuan Rangga dan saya Cinta (aduh Lis, nggak segitunya juga keleus. Moso apa-apa yang ada Cinta nya kok diganti dengan kamu. Iso blokek en sing moco). Yah namanya juga usaha. 

Lamunan saya itu akhirnya menghasilkan 2 buah tulisan berisi beberapa paragraf kisah AADC 2 yang segera saya daftarkan ke Miles Films dan Garuda Indonesia. Tulisan itu dapat dibaca di sini dan di sini. Usaha saya tidak sebatas itu, saya juga meminta bantuan teman-teman untuk membaca tulisan saya dengan harapan agar mereka memberikan like, share atau retweet. Beberapa teman melakukannya dengan senang hati. I love you all, guys!

Ketika tiba di h-7 acara gala premiere, Garuda Indonesia terlebih dahulu memberikan pengumuman dan betapa bahagianya saya ketika terdapat nama saya di sana. Ketika itu saya sedang berlibur, henpon saya mendadak ramai dengan bunyi notifikasi dari twitter. Ternyata benar, setelah mendapatkan mention dari akun @IndonesiaGaruda, saya mendapatkan banyak ucapan selamat. Hihihi pantas saja henpon saya terus berbunyi. Untung nggak nge hang seperti yang dialami Bang Aan Mansyur (penulis puisi untuk film AADC 2) ketika belio mendapat mention dari Mbak Dian Sastro yang sedang membaca karyanya. 


Setelah luapan kebahagiaan saya mereda, saya mulai memikirkan baju, sepatu dan tas apa yang hendak saya kenakan di acara yang tidak semua orang bisa datang itu. Saat saya sedang bimbang gundah gulana (karena baju cuma sedikit dan sepatu pun adanya model teplek semua) dan berkonsultasi pada sahabat saya yang cantik dan stylish Agita Febika, saya mendadak dihubungi oleh tim miles film melalui facebook. Saya lalu sadar, saya kan memang ikut 2 lomba. Yang Garuda Indonesia sudah pengumuman, yang Miles Film belum. Saya jadi deg-deg an karena tim miles film hanya meminta data saya, belum menyatakan bahwa saya menang dan sebagainya. Didorong oleh rasa penasaran yang setinggi Jaya Wijaya (kenapa nggak Himalaya sekalian? Saya sukanya yang lokal), saya pun mengirimkan data yang mereka minta. Saya lalu diminta mengecek surel beberapa menit kemudian. Isinya seperti ini:



Waktu itu saya speechless, saking senangnya dan tidak tahu harus bagaimana. Dari Garuda saya mendapatkan 1 tiket, dari Miles Films saya mendapatkan 2 sekaligus. Total ada 3 tiket yang saya peroleh. Duh Gusti... ini sepertinya bulan keberuntungan saya. Alhamdulillah. Tidak sia-sia saya memimpikan Mas Nicholas Saputra tiap bulan purnama. Ratusan purnama saya memimpikanmu, Rangga (bukan Rangga personil boyband Smash ya, tolong).

Saya speecless karena membayangkan betapa beruntungnya saya nanti bisa menonton film ini lebih dulu, seminggu sebelum teman-teman yang lain menonton sekaligus berkesempatan bertemu dengan semua kru dan pemain. Mas Nico nanti pakai baju apa ya? (Lis, itu urusan stylish nya Mas Nico, kepo banget sik)

Sesuai arahan panitia, saya mengambil undangan di venue pada jam yang telah mereka tentukan. Baru mau ambil undangan aja udah nervous, apalagi besok. Takut kalau ketika ketemu Mas Nico, saking gugupnya, saya malah kebelet pipis :(

Dari panitia, saya mendapatkan undangan ini. Yeeeyyy




Bersambung....


No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me