Wednesday, April 6, 2016

Menilik Geliat Pariwisata Aceh: Sabang yang Menawan




Sabang  adalah wilayah paling barat NKRI. Nama Sabang sungguh tidak asing di telinga saya, mungkin karena sejak kecil kita semua sudah dikenalkan dari Sabang sampai Merauke lewat lagu nasional. Sabang sebetulnya adalah nama kota di Pulau Weh yang sekarang sudah memiliki bandar udara  sehingga wisatawan yang hendak menuju kesana bisa terbang langsung dari Medan.

Aktivitas pariwisata di Sabang, menurut penduduk lokal, mulai menggeliat sejak musibah tsunami 12 tahun lalu. Orang-orang yang awalnya datang ke Aceh guna keperluan terkait bencana, menemukan kecantikan Sabang, termasuk juga kecantikan taman lautnya. Selalu ada pelangi setelah badai. :)


Wisata di Sabang sudah dikelola dengan baik. Penginapan banyak tersedia dalam berbagai tipe, tergantung dana yang kita miliki. Saya memilih menginap di salah satu penginapan di kawasan Pantai Iboih setelah membaca ulasan dari beberapa sumber. Penginapan ini berdiri cantik di tebing-tebing yang ada di tepian pantai. Untuk mencapainya, wisatawan yang menginap diberi fasilitas perahu kecil yang akan mengantar jemput dari bibir pantai ke penginapan.

yang mana kamar saya ya?
sampai di penginapan

Kamar saya sangat nyaman. Ada pendingin ruangan, jaring nyamuk dan hammock di depan kamar. Cocok untuk bersantai di sore hari. Meski tidak ada televisi, saya senang menginap disini karena bisa tidur ditemani suara jangkrik. Sesuatu yang memang saya senangi. Yes, I am a serenity cathcer. Lagipula di tempat seindah ini, siapa butuh televisi? :p







Selain penginapan, di Pantai Iboih segala keperluan aktivitas wisata air dipusatkan di satu kawasan. Hal ini sangat memudahkan kami para wisatawan dalam mencari informasi. Wisatawan bisa mencari tahu paket-paket penyelaman sekaligus menyewa peralatannya atau bagi yang tidak menyelam seperti saya bisa juga memilih-milih paket snorkeling. Karena semua informasi dipusatkan menjadi satu, harga pun menjadi fair. Tidak ada kapal yang menawarkan harga sewa jauh lebih murah maupun jauh lebih mahal, hal ini sangat melegakan saya. Di kawasan pusat informasi juga sudah ada beberapa mesin ATM, Hal ini semakin mempermudah kami dalam bertransaksi.

Yang membuat saya lebih senang, ternyata dari penginapan hanya perlu  waktu sekitar 10 menit menuju lokasi-lokasi snorkeling di seputaran Pantai Iboih seperti taman laut rubiah dan sarang nemo. Beruntungnya saya ketika berkunjung pada bulan februari 2015, visibility sedang bagus meski bagi sebagian besar wilayah Indonesia, februari masih termasuk musim hujan. Awalnya saya mengira, laut jernih dan pemandangan bawah laut menawan hanya milik Indonesia timur, ternyata saya salah besar. Ada taman laut rubiah yang mempesona di ujung barat Indonesia.


menuju taman laut rubiah, airnya sejernih ini





Saya bertemu banyak jenis ikan, terumbu karang yang masih sehat dan juga yang menarik, kerangka mobil yang sengaja ditenggelamkan agar dapat menjadi rumah bagi para ikan. Hihihi. Kerusakan setelah musibah tsunami sudah tidak tampak sama sekali. Saya kagum akan kegigihan masyarakat Aceh yang bahu-membahu membangun kembali segala aspek kehidupan mereka. Termasuk aspek ekonomi dari sektor pariwisata. Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa warga Sabang, berusaha keras menanam kembali terumbu-terumbu karang di lautan mereka, dan sekarang kita sudah dapat melihat hasilnya. Subhanallah.








kerangka mobil
halo, cantik ;)
diantara para ikan :D

Lebih jauh, Aceh sekarang juga sudah mulai menggelar acara-acara festival wisata bahari. Didukung oleh pemanfaatan media sosial, berita mengenai acara ini akan semakin cepat tersebar luas. Acara-acara semacam ini adalah kabar gembira bagi masyarakat yang sekarang sepertinya sudah menjadikan traveling sebagai kebutuhan. Kami semakin banyak memiliki referensi, semakin banyak pengetahuan dan tentu semakin banyak kawan jika berkesempatan hadir pada salah satu gelaran.









Untuk lebih membuat teman-teman penasaran dan ingin mengunjungi Sabang, klik video di bawah ini ;)



No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me