Saturday, May 14, 2016

Dari Momen Gala Premiere AADC 2: Perjuangan Untuk Sebuah Nostalgia (Habis)


Sudah baca bagian pertama dan kedua? Kalau belum, baca di sini dan di sini ya biar afdol. Hehehehe.





Setelah berhasil berfoto bersama Aan Mansyur dan Bernard Batubara, sekitar 10 menit setelahnya venue mendadak riuh. Benar, satu-persatu pemain AADC 2 mulai datang. Nirina Zubir dan seorang rekannya yang bertindak sebagai pembawa acara mulai berteriak dan meminta kami yang ada di lokasi ikut berteriak menyebutkan nama: Ario Bayu dan Christian Sugiono!! 2 lelaki tinggi, gagah dan sangat manly ini memasuki venue diiringi teriakan para gadis. Eaaaa seneng nih ye para gadis, Mas Tian masuk venue enggak bareng Mbak Tikam :p




Setelah Ario Bayu dan Christian Sugiono, datang kemudian Dennis Adhiswara dan Sissy Priscillia disusul genk Cinta yang lian: Titi Kamal dam Adinia Wirasti. Arena jadi panas dan hingar bingar. Untuk mendapatkan foto mereka, kami harus lari-lari sana sini, berdesakan, rebutan (iya, bahkan di dalam venue pun se ramai itu). Untung saya pakai sneakers. Kalau kemarin saya jadi pakai heels atau wedges, yang ada pasti itu alas kaki bakal saya copot lalu masukin tas. Saya nyeker deh di karpet merah :p

Sambutan paling meriah dan gila tentu terjadi ketika dua bintang utama Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra datang. Saya yang sebelumnya berhasil memotret pemain lain, mendadak tidak kebagian tempat untuk memotret duo ini. Syusyahhhh banget berdesakannya. Belum lagi harus bersaing dengan jurnalis-jurnalis berkamera besar dan atau berlensa panjang. Duh... pasrah saya.





Semua pemain akan naik panggung, sedikit ngobrol dengan pembawa acara dan menyapa para penonton sebelum merka memasuki gedung bioskop. Beberapa orang yang berada di luar pagar cukup beruntung karena banyak pemain yang bersedia diajak foto selfi. Ario Bayu terutama. Duh... yang berhasil selfi pasti malemnya susah tidur tuh. Hahahaha. Setelah semua pemain datang lalu masuk gedung bioskop, sang produser dan sutradara pun naik panggung. Mereka bercerita sedikit tentang seperti apa perasaan mereka saat itu, apa harapan mereka atas film ini dan juga ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses kreatif pembuatan AADC 2.


Setelahnya, kami semua yang memiliki undangan Gala Premiere dipersilakan masuk bioskop. Sebelum film diputar, pihak Miles Films menyampaikan selamat pada kami atas keberuntungan kami menjadi yang pertama menyaksikan film AADC 2. Mereka juga memohon untuk tidak membocorkan jalan cerita karena AADC 2 baru akan tayang satu minggu setelah Gala Premiere. Sayangnya, saya tidak berada di studio yang sama dengan yang ditempati para pemain, jadi di studio saya relatif tenang. Sepanjang film diputar, saya melihat banyak orang yang terharu. Saya pun. Memang ada beberapa scene yang membuat saya sedikit emosional. Baper deh eimssss. Secara keseluruhan, penonton yang satu studio dengan saya sangat seru dan ekspresif. Beberapa kali terdengar celetukan bercandaan. Kami tertawa kencang bersama ketika scene lucu dan memberikan tepuk tangan meriah ketika film selesai.

Begitulah selama hampir 2 jam sebelum akhirnya kami meninggalkan ruang bioskop dengan kesan masing-masing. Kalau saya sih, tetep kebawa perasaan. Hahahahaha. Oleh panitia, kami semua diberi goodie bag. Ini semakin membuat saya senang karena ternyata goodie bag nya isinya banyak. Ada kaos, poster, voucher diskon dari beberapa cafe lokasi pengambilan gambar, dan suvenir dari sponsor utama AADC 2 yaitu Aqua, Loreal dan Garuda Indonesia. Dari Magnum juga ding. Bungkus nya kecil, isi nya melimpah. Hihihi.

Saya kembali ke hotel dengan perasaan riang gembira meski untuk menuju hotel juga saya harus berjuang lagi bersama Mba Isti dan Nurul. Kami tidak berhasil mendapatkan taksi setelah menunggu di depan gedung XXI Empire selama hampir 40 menit. Kami akhirnya memesan taksi melalui telepon, itu pun akhirnya kami batalkan karena taksi yang kami tunggu tidak kunjung datang.

Kami mampir makan ke restoran cepat saji sebelum ke hotel karena kami semua kelaparan. Berangkat ke venue pukul 7 malam dalam keadaan belum makan. Terakhir kali kami makan adalah pukul 2 siang. Acara red carpet dan gala premiere berlangsung hingga nyaris pukul 1 dini hari. Sudah barang tentu kami kelaparan tidak karuan. Dari situ pun perjaungan kami belum selesai. Supir taksi yang membawa kami pulang ke hotel menunjukkan perilaku yang tidak enak. Argo hanya menunjukkan angka Rp. 13,000 saat itu. Kami sudah menyiapkan uang Rp. 25,000 sebagai batas minimal pembayaran, tetapi si supir meminta bayaran Rp. 35,000 dengan alasan saat itu adalah dini hari. Saya jengkel tetapi sudah terlalu lelah dan ngantuk untuk berdebat. Jadilah Mba Isti membayar sesuai yang diminta si sopir. Ini bukan pengalaman pertama saya menemukan supir taksi yang mblangsak seperti itu di Jogja. Saya sudah mengalaminya lebih dari 5x, jadi saya sudahmulai terbiasa.

Hufttt... setelah melewati perjuangan di sana sini, akhirnya kami bisa merebahkan diri dan tidur dengan nyaman. Memang, malam itu nostalgia menjadi barang mahal. Ada harga yang harus kami bayar untuk dapat merasakan kembali atmosfer AADC yang diputar 14 tahun lalu. Mengingat segala tetek bengek yang terjadi saat itu lalu membandingkannya dengan yang ada saat ini. Nostalgia ada di pikiran dan hati semua orang, termasuk kami dan kami memilih untuk sedikit bersusah payah merasakan euforia nya bersama orang banyak.

Terlepas saat ini, 2 minggu setelah film itu diputar banyak kritik bertebaran, saya tidak kecewa karena film adalah perkara selera. Orang boleh mengatakan suka, boleh juga mengatakan sebaliknya.



Terimakasih dan sukses terus, Miles Films!


Ini beberapa foto yang berhasil saya ambil. Maaf ya kalau angle nya seadanya :')







Bonus ketemu LCB :D

No comments:

Post a Comment

About

About Me Soal bepergian dan bertemu orang baru, saya memang suka. Tetapi sejak lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan, kebiasaan itu seperti terhenti begitu saja. Saat itu saya merasa enjoy dengan pekerjaan yang memang saya idam-idamkan. Perasaan bahagia saat itu muncul karena sebagai mantan mahasiswa (yang saat itu baru lulus) yang dulunya selalu mendapatkan uang saku dari orang tua lalu tiba-tiba bisa menghasilkan uang sendiri. It fells really really good.
  • 436 Followers

  • Author

    authorBetapa Tuhan memberkahi saya dengan kesehatan dan kesempatan.
    Lebih Lanjut →



    Tweet Me